“Fase pertama dua desa di dua kecamatan, sekarang lima desa di tiga kecamatan. Di fase pertama sukses dengan tidak hanya sekadar memasang internet di desa yang potensi bencana, namun ada pelatihan relawan,” jelasnya.
Hal senada pun akan dilakukan di lima desa terpilih. Termasuk pembentukan relawan yang diberi pengetahuan internet berbasis komunitas.
“Dengan menyediakan internet berbasis satelit dan ditambah pengetahuan terkait penggunaannya ketika terjadi bencana. Hal itu dalam membantu warga mempercepat proses penanggulangan pasca bencana. Di sisi ini kami hadir,” ungkapnya.
Hal itu mengingat, banyak kondisi bencana yang menyebabkan komunikasi terputus hingga informasi terhambat.
“Kami hadir dengan menyediakan internet berbasis satelit. Sehingga, ketika terjadi bencana akses internet bisa tetap tetap jalan. Proses penanganan pasca bencana pun bisa lebih cepat. Akhirnya warga bisa mandiri menggunakan internet,” bebernya.
Ketua PMI Kabupaten Sukabumi dr. Hondo Suwito menambahkan, pasca penandatanganan kick off ini, program akan langsung dilaksanakan sampai 2026. Sehingga, sejumlah daerah yang telah dipilih akan mendapatkan jaringan internet dan pelatihan kesiapsiagaan bencana.
“Terima kasih semuanya, kami bisa dari PMI bersama Atma Connect bisa memberikan yang terbaik untuk Kabupaten Sukabumi,” pungkasnya.
Reporter : Abby Rizal






